Tuesday, October 8, 2013

Pantun Tudung Oh Tudung....



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Berpaut mempelam di ranting cantum,
Dahan mempelas keluar kepompong;
Seraut salam berganding senyum,
Akan ku lepas biar terapung.

Nasi beriyani masak belengas,
Air terlebih lembeklah ia;
Entri terkini letak di kertas,
Secangkir pantun sudah berjaya.

Kain cindai benang berpisah,
Gantung cimni berapi telunjuk;
Ingin ku rungkai kenang berkisah,
Tudung kini menjadi tajuk.



Bandung sejuk selasih melekat,
Berderai seribu lepas ke tepi;
Tudung periuk bersih berkilat,
Dipakai ibu mengipas api.



Usung keranji padi tertangkup;
Dipatuk helang terbang ke bagan;
Tudung saji menjadi penutup,
Lauk sedulang lemang sepinggan.



Senja bermendung biasnya merah,
Terkapar di paya buayanya putih;
Meja bertudung alasnya saprah,
Dihampar supaya jadinya bersih.



Seri kecubung kuntum bertingkat,
Bunga berdaun di serata bumi;
Bidadari bertudung senyum memikat,
Gaya anggun Heliza Helmi.

Seranting nona kedondong sebiji,
Akar menyusup busuk berkulat;
Penting diguna hai tudung saji,
Sangkar menutup habuk dan lalat.

Berbondong gonggok sibuah delima,
Basah dahan stem melentuk;
Tudung Periuk lagulah tema,
Kisah tauladan filem Si Bongkok.

Makan kedondong jangan dikendong,
Dikendong beruk sampai berlari;
Bukan tudung sembarangan tudung,
Tudung periuk pun pandai menari.

Redup mendung persada lautan,
Berarus kuat muara meratip;
Tutup dan tudung tiada berlainan,
Harus dibuat perkara yang wajib.

Mendung mega serata mendung,
Mengapa berangin bukit seberang;
Tudung juga dikata tudung,
Mengapa kain sedikit jarang.

Bandung berbatik kainnya sari,
Bersulam kebaya tampilnya singkat;
Tudung yang cantik fesyennya lari,
Bermacam gaya stailnya diikat.

Gelap mega berkabut mendung,
Mendung menitik hujan membayu;
Hijab juga disebut kerudung,
Kerudung cantik sopan dan ayu.

Suara mendung senja meliuk,
Mendung pula menyekat purnama;
Antara tudung saji meja dan periuk,
Tudung kepala menongkat agama.

Tedung sela telangkup selaput,
Telangkup di padang tepi kereta;
Tudung kepala menutup rambut,
Perintah Allah bagi wanita.

Mendung berarak samudera mendung,
Mendung bersimbah gerimis hujan;
Tudung bercorak perkara tudung,
Tudung muslimah manis dan sopan.

Berat mangga disimbah basah,
Kedondong ditutup rendang berbuah;
'Aurat dijaga muslimah solehah,
Bertudung litup memandang ke bawah.

Rebah kayu tersadung kukup,
Berat kukup tumbang ke tanah;
Berjubah ayu bertudung litup,
'Aurat ditutup berpegang Sunnah.

Banyak kudung anggota kudung,
Kudunglah jari pandang tak lawa;
Banyak tudung dikata tudung,
Tudunglah diri selendang taqwa.

Tersadung bendul jatuh tersungkup,
Terpaksalah duduk menahan dahi;
Mendung muncul lumpuhlah hidup,
Sentiasalah tawaduk doakan dijauhi.

Tersadung kaki mengah dan kabur,
Mata lemah digosok jangan;
Bertudung miliki hikmah tersohor,
Wanita muslimah tunduk pandangan.

Pelangi cantik indah di kutub,
Remang mendung hanya basahan;
Segi saintifik sudah termaktub,
Memang bertudung punya kelebihan.

Pohon berdahan lenjan disimbah,
Capai parang  membelah mumbang;
Mohon kemaafan hujan mencurah,
Andai terkurang, salah dan sumbang.



Ya...mungkin ada pembaca yang tertunggu-tunggu ke manalah pantun Tudung Ummi ni, memang tak lari dari kelemahan teknikal, ribuan kemaafan Ummi pohonkan.....sebenarnya nak memperkatakan tentang tudung, banyak perkara tudungnya.....sahabat-sahabat sekelian pasti tahu apa itu tudung...kalau sebut tentang tudung, pasti yang pertama  sekali terbit di fikiran adalah tudung menutup 'aurat, betul takkk.....namun Ummi dengan sedaya upaya berpantun mengenai tudung yang telah terbengkalai beberapa hari....sekarang dah berjaya dan entri terkini sudah menghampar tikar....silalah berpantun dengan air hati sambil menikmati lagu-lagu nostalgia pilihan Ummi ya.....

Sampai jumpa lagi dalam masa yag terdekat insyaAllah, semoga sahabat pembaca sekelian sentiasa dilimpahi kasih sayang Allah SWT.....amin, salam sayang ribuan selasih dari Ummi........


Sudah lama menanam timun,
Baru bertunas tangkai dah tumbang;
Sudah lama menyulam pantun,
Baru ku lepas sampai berkembang.



p/s Sudi-sudikanlah berpantun...ya ^^,

Kalam berpena....
UmmiAin

18 comments:

  1. best la pantun ni... mmg punya mksud mendalam.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selebat delima mengumpul kuini,
      Mengapa ditunggu sibuah keranji;
      Sahabat pertama muncul di sini,
      Betapa terharu memuji-muji.

      Terimakasih Maria dear....^^

      Delete
  2. Salam manis Ummi... :)

    Tudunglah periuk...tudung periuk...
    Pandai menari...
    Menarilah lagu, menarilah lagu...
    Putera Mahkota
    Kainlah yang buruk, kainlah yang buruk...
    Berikan kami...
    Buatlah menyapu, buatlah menyapu...
    Si air mata...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam manis malam gerimis...

      Kedondong busuk meletup sekali,
      Bermain sorok beralih ruang;
      Tudung periuk menutup kuali,
      Kain yang buruk boleh dibuang...

      Delete
  3. Kita peramah segak hari-hari
    Khamis mendung jumaat tiba
    Wanita muslimah bijak bistari
    Manis bertudung aurat terjaga

    Salam sayang untuk ummi =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mata lemah sejak berhari,
      Berat redup entah kenapa;
      Wanita muslimah bijak bestari,
      'Aurat ditutup Sunnah dijaga.

      Wassalam kakNahku sayang... ^^

      Delete
  4. dari mana hendak ke mana.
    tinggi rumput darilah padi;
    saya suka Helmi Heliza,
    senyum bertudung manis sekali

    ReplyDelete
  5. Singgah bertamu di malam hari.... :)

    Dalam berlindung menaik harga,
    Menarik pesona menawan suami,
    Sopan bertudung aurat terjaga,
    Secantik Wardina semanis Ummi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Balas pantun di waktu Subuh... :)

      Papan diusung beratlah juga,
      Diguna suami mengumpil pintu;
      Sopan bertudung 'aurat terjaga,
      Wardina dan Ummi tampil sewaktu.

      Tq sebab tuan memuji ^^

      Delete
  6. Kain buruk pengelap kaki,
    Kain baru dipakai tidur;
    Tudung periuk tudung saji,
    Diguna ibu ketika di dapur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tersadung cangkuk tersadung taji,
      Hanya tersadung tangkai spana;
      Tudung periuk dan tudung saji,
      Namanya tudung dipakai guna.

      Delete
  7. Assallammuallaikum ummi, saya rahmawaty salam kenal dari jakarta. senang sekali bersilaturahmi ke blog ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikusalam...terimakasih ya...salam perkenalan dari Ummi buat anda juga... ^^

      Delete
  8. Tudung periuk pandailah menari
    Menyanyi lagu putera mahkota
    Kain yanb buruk berikan kami
    Untuk menyapu si air mata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beringin sejuk pohon markisa,
      Pangkalnya terkena tepi ampaian;
      Kain yang buruk banyak berjasa,
      Asalnya berguna jadi pakaian.

      Delete

Salam hormat dari Ummi buat para pembaca dan pemantun yang Ummi sayangi tidak kira usia....

Jemputlah berpantun bersama Ummi dan sama-sama kita memartabatkan warisan nenek moyang zaman berzaman, namun setiap pantun anda hendaklah berkaitan dengan tema pantun yang sedia ada.....setiap pantun Ummi yang dipaparkan adalah hak cipta terpelihara dan sebarang hasrat untuk menciplak sebarang entri di sini hendaklah mendapat keizinan dari Ummi, semua pantun sumbangan anda akan Ummi ukirkan dibuku kenangan tanda penghargaan yang tidak berbelah bagi....terimakasih secawan kopi semanis madu buat anda yang telah menyumbangkan pantun yang amat berharga.... ^^

Santun cantik pasangan mempelai,
Menanti gugup mengadap mertua;
Pantun setitik sumbangan bernilai,
Pasti termaktub meresap dijiwa.... ^^

Turun perangkap menggagau jerat,
Petik kelapa memakai tangga;
Pantun berangkap walau dua kerat,
Tak cantik tak ngapa bernilai berharga.... ^^