Thursday, October 18, 2012

Pantun Buat Ayahanda Tercinta...





Lupa Rabbi petanda tingkah...
Bicara agama rangkulan taqwa...
Papa, abi, ayahanda dan abah...
Semesra nama simpulan jiwa....

Burung merpati terbang ke bawah…
Hinggap gumbira di pohon sena….
Murung dihati terkenang ayah….
Mengadap pusara ku mohon doa……

Sayang merbah terbiar sakitan….
Bulu basah melurut rintisan.…..
Terbayang wajah sesegar ingatan…
Rindu ayah bersalut tangisan…..

Dahan mencupu retak terpaksa....
Kelat tidak layu membawa....
Beban di bahu tidak terasa....
Melihat anak selalu ketawa....

Masih payah sama teringin...
Sukar dicari diberi percaya...
Kasih ayah umpama lilin...
Membakar diri member cahaya...

Diri berjubah sungguh bergaya...
Masih bersujud bersulam taqwa...
Memori ayah penyuluh cahaya...
Kasih tak luput di dalam jiwa...

Dada bersirat bercerai nyawa...
Masakan cepat memberi mati...
Ayahanda ibarat pelerai jiwa...
Manakan dapat dicari ganti...

Tumbuhlah liar petai di kota...
Selasih tiada sebeban pegaga...
Sungguhlah benar bagai dikata...
Kasih ayahanda berkorban tenaga...

Pagi cerah berbaju ketat...
Senyum berhias seri seroja...
Pergi ayah terlalu cepat...
Belum puas diri bermanja...

Tumbuh peria sama berpayah...
Jerih menunggu punya sembarang....
Sungguh dia bernama ayah...
Kasih beribu dirinya seorang....

Mempelas jati patah berasap...
Beringin dipahat bumi berdaya...
Ikhlas dihati ayah mengharap...
Ingin melihat kami berjaya...

Kelam pekat cuaca berangin...
Langkah lentuk tiada memandang...
Malam Jumaat membaca Yassin...
Sedekah untuk ayahanda tersayang...

Jari terluka dibiar sakitan...
Tertujah darah bisa dicakar...
Memori terbuka sesegar ingatan...
Wajah ayah sentiasa berlegar....

Hujan basah lebat seribu....
Melodi titisan irama air...
Pesan ayah terpahat diqolbu...
Menjadi insan nama terukir.......

Tersangat manis serlah si janda...
Pandang tidak mula ketawa...
Keringat setitis lelah ayahanda...
Sayang anak rela membawa....

Kedut sutera benang kemilau...
Kasa sehelai mari dilipat...
Lembut bicara senang bergurau...
Sentiasa membelai memberi nasihat...

Sirih bertanda sudah diserta,,,
Lepat dibancuh hendak diniaga....
Kasih ayahanda bernoktah tiada...
Tempat berteduh tonggak keluarga...

Serawa dimasak lama sehari...
Kelapa diperah sebelah saja...
Nyawa anak umpama diberi...
Tanpa ayah siapalah kita...

Syahdu sinar kejora terindah...
Unggul dunia lagi istimewa..
Rindu benar bicara ayah....
Ku sampul doa selagi bernyawa...

Tua bertahun tak payah dikata...
Hingga lelah diri melihat....
Doa ku pohon buat ayah tercinta...
Semoga Allah mencucuri rahmat...

Bisakah lama keli melekat...
Paku berkarat di jari tangga....
Ayah umpama wali keramat...
Ibu ibarat bidadari syurga....

Mengkudu sekerat tidaklah tinggi...
Dahan lama baru dicantum...
Ibu ibarat merekah setanggi....
Manakan sama berbau harum....

Sudah bersolat diri dijaga...
Kuntum kelopak sinar mentari....
Ayah ibarat kasturi syurga...
Harum semerbak sukar dicari....


Kalam berpena....

UmmiAin

No comments:

Post a Comment

Salam hormat dari Ummi buat para pembaca dan pemantun yang Ummi sayangi tidak kira usia....

Jemputlah berpantun bersama Ummi dan sama-sama kita memartabatkan warisan nenek moyang zaman berzaman, namun setiap pantun anda hendaklah berkaitan dengan tema pantun yang sedia ada.....setiap pantun Ummi yang dipaparkan adalah hak cipta terpelihara dan sebarang hasrat untuk menciplak sebarang entri di sini hendaklah mendapat keizinan dari Ummi, semua pantun sumbangan anda akan Ummi ukirkan dibuku kenangan tanda penghargaan yang tidak berbelah bagi....terimakasih secawan kopi semanis madu buat anda yang telah menyumbangkan pantun yang amat berharga.... ^^

Santun cantik pasangan mempelai,
Menanti gugup mengadap mertua;
Pantun setitik sumbangan bernilai,
Pasti termaktub meresap dijiwa.... ^^

Turun perangkap menggagau jerat,
Petik kelapa memakai tangga;
Pantun berangkap walau dua kerat,
Tak cantik tak ngapa bernilai berharga.... ^^